Friday, 20 March 2009

My Husband Share The Love



My Husband share the love tells about how a woman surprised when knows her husband share the love.

My Husband Share The Love
I called Risna (not real name). I have been married for 9 years. I feel lucky to get a husband. He is the type of the faithful, humorous, clever and put themselves in the association. Our marriage is very happy, very rare squabble between us.

Year change, we enjoy our trip of love. I am an independent career woman. Together with husband, We help each other river craft to run this household. After five years married, we did not have a child.

I began to worry. But my husband does not see it a problem. Maybe he thinks it does not matter. But I work hard to ensure that we can have children. I along with my husband go to the doctor for examined the womb. And the result was...

my womb has good condition, also my husband.

But I do not feel satisfied. Then, I went to traditional medicine in a village- there was a story that in the village had a woman that can improve the situation of the womb does not fit. And according to the story also, many were successful pregnancy. I became really excited, many times I come to traditional medicine hope that a time later I will get pregnant.

Year change, I still not pregnant. Incoming ninth age of marriage, my husband began to change. He rarely wanted to travel with me, even for get vacation. At first I did not care because I am an independent woman, even without a husband I can do it alone. But the long run, he more bizarre. Sometimes when we travel, he was busy with his mobile phone and he looks not enjoy our trip. I then browse the truth and My suspicion finally was get evidence.

My heart is broken at that time. I do not suspected, who is good-hearted and loyal, my husband share the love. My blood boil when I know that he turns out go to talking by phone and rollick via sms with that woman everyday. I angry with my husband. He initially did not want to acknowledge, until finally after I urged that they continue really connect. But it does not mean anything because they were still connect. His recognition make my heart burn. I do not understand why my husband share the love. I always try to serve him well. I always maintain my appearance too.

Though my heart broken, I try to improve this relationship. I want he forget her. But i think it will be difficult because they met in the office everyday. I can not imagine when they meet each day in the office. I can not imagine they making love in the office. I want the woman is no longer working in that office. But my husband does not want to expel her. But my husband promised, some day he would drop her as its employees.

Day change. I await proof of the promise of my husband. But he also does not ignore the woman. I do not hold anymore. Almost every day we get quarrel, there is no peace in this house again. I can not trust them anymore. Once time I rebuke women through sms, but my husband defend it, "he said, I like a small child who does not know ethics. And then he said, she was not wrong,I am a crazed with her." Hah ... ... I can not believe. I want to die ... .. I am crying, my husband fall in love with her.

Since that time, I always want to kick. Our communication was so bad. We quarrel almost every day. Finally I ask for divorce. But he does not want. I do not understand the purpose of my husband, she does not want divorce, but it also does not want to leave her.

My heart is sick, i do not know, How I can live with him like this.

(as told A in the city of JK)

Dalam Bahasa Indonesia

Ringkasan cerita:
Kisah ini bercerita tentang bagaimana terkejutnya seorang isteri ketika mengetahui suaminya berselingkuh dengan wanita lain.


Suamiku berselingkuh

Sebut saja namaku risna. Aku telah menikah selama 9 tahun. Aku dulunya merasa beruntung mendapatkan suamiku ini. Dia merupakan tipe lelaki yang setia, humoris, dan pandai menempatkan diri dalam pergaulan. Penikahan kami sangat bahagia, jarang terjadi pertengkaran hebat diantara kami.

Tahun berganti tahun kami menikmati perjalanan cinta kami. Aku seorang wanita karir yang mandiri. Berdua bersama suami kami bahu-membahu menjalankan biduk rumah tangga ini. Setelah lima tahun menikah aku belum juga dikarunia seorang anak. Aku mulai cemas. Tapi suamiku terlihat tidak masalah, kalo kami tidak memiliki anak. Namun aku berusaha keras agar kami memiliki anak. Aku bersama suamiku kedokter kandungan memeriksakan diri, jangan-jangan ada yang salah sama kami berdua Ternyata setelah diperiksa tidak ada yang salah pada kami berdua, kondisi peranakanku baik, begitu pula suamiku. Tapi Aku merasa tidak puas, aku kemudian pergi ke tukang urut di kota kecil, cerita orang, tukang urut itu dapat memperbaiki letak rahim yang tidak pas. Dan menurut cerita orang pula, dari tangannya banyak wanita yang berhasil hamil. Akupun menjadi sangat bersemangat, Berkali-kali aku datang ketukang urut itu berharap satu saat nanti aku akan hamil.

Tahun berganti lagi, aku tak kunjung hamil juga. Masuk usia pernikahan yang kesembilan, suamiku mulai berubah. Dia jarang sekali mau untuk menemaniku untuk bepergian. Awalnya aku tidak peduli karena aku merupakan wanita mandiri, yang walaupun tanpa suami aku dapat melakukannya sendiri. Tapi lama-kelamaan tingkahnya semakin aneh, bila kami bepergian, dia terlihat sibuk dengan hpnya, sama sekali tidak terlihat menikmati perjalanan kami. Dan anehnya tiap sampe dirumah, dia pamitan keluar rumah lagi, ada-ada saja alasannya.

Setelah hal ini berlansung selama 6 bulan tidak ada perubahan, aku mulai curiga. terhadap suamiku. Aku kemudian menelusuri diam-diam dan ternyata kecurigaanku terbukti. Suamiku selingkuh dengan anak buahnya (suamiku bekerja sebagai pimpinan di salah satu perusahaan kecil di bidang travel) ……………….Hatiku hancur sekali saat itu. Tak kusangka suami yang selama ini baik hati dan setia, teganya dia berselingkuh. Darahku mendidih saat kutahu ternyata selama ini dia setiap hari bertelepon dan bersms ria bersama wanita itu. Kulabrak suamiku, namun awalnya dia tak mau mengakui, sampai akhirnya setelah didesak terus dia mengaku mereka memang berhubungan, tetapi belum jauh, masih sebatas telpon dan sms. Hatiku terbakar mendengar pengakuannya. Selama ini aku kurang apa terhadapnya, aku selalu berusaha melayaninya dengan baek, penampilanku juga selalu kuperhatikan.

Walapun hatiku hancur, aku berusaha memperbaiki hubungan ini, kukatakan sama suamiku agar dia memberhentikan wanita itu dari perusahan mereka. Aku tak dapat membayangkan bila mereka bertemu tiap hari di kantor, tak kuat rasanya membayangkan itu. Tapi suamiku tidak mau, katanya “gak enak la yang sama teman-teman sekantor yang lain, bila aku memberhentikannya,alasannya apa.”Tapi suamiku berjanji, suatu saat dia akan memberhentikan wanita itu. Akupun mengalah dan berharap itu benar.

Bulan berganti bulan, kutunggu janji suamiku, dia tidak juga memberhentikan wanita itu, akupun semakin marah. Hampir setiap hari kami bertengkar, tidak ada lagi kedamaian dirumah ini. Hari-hariku terasa lama dan panjang, aku tak bisa lagi mempercayai dirinya. Sekali waktu aku melabrak wanita itu melalui sms, eh suamiku malah membela wanita itu,” katanya kamu jangan kayak anak kecil melabrak orang kayak gitu…..bukan dia yang salah…..Aku yang tergila-gila padanya.”………….Hah………benarkah itu keluar dari mulut suamiku, yang selama ini sangat aku cintai, dunia terasa runtuh saat itu juga. Rasanya aku mau mati saja…..Aku menangis, Ternyata suamiku memang ada hati padanya, kenapa dia malah membela wanita itu, bukan membela istrinya yang telah sembilan tahun menemaninya.

Aku tak tahan lagi, aku lari dari rumah, bukan apa-apa aku hanya ingin menenangkan hatiku, aku bermalam 2 hari di rumah sahabatku. Ternyata suamiku menjemputku dan dia minta maaf…..akupun pulang bersamanya.
Tapi tetap saja suamiku tidak berubah, melihatnya rasanya aku mau marah saja. Ketika aku bicara, dia seperti tidak mendengarkanku, matanya tidak fokus, dan bila diajak ngobrol, tidak nyambung, aku sepeti ngobrol sama batu. Akhirnya kami bertengkar lagi. Aku pun akhirnya minta cerai padanya. Aku merasa tak sanggup lagi hidup bersamanya, kami memang masih serumah, tapi tanpa komunikasi yang baik. Dan suamiku tidak mau bercerai, tapi dia juga sepertinya tidak mau melepaskan wanita itu.
Hah sakit sekali hatiku, sampai kapan aku sanggup hidup seperti ini

(seperti yang diceritakan A dikota JK )